
Pada
perhelatan Trend Report Fall/Winter 2013 lalu, Fashion Group
International (FGI), sebuah asosiasi mode besar di Amerika Serikat,
membuat gerakan baru. Kerjasama dengan Cita Tenun Indonesia (CTI),
menampilkan pameran instalasi mode dengan salah satunya mengikutsertakan
dua perancang muda Indonesia, Ardistia Dwiasri dan Auguste Soesastro.
Acara yang berlokasi di Time-Life Building, New York, ini dihadiri oleh
para pelaku industri seperti desainer, pebisnis, retailer, buyer, hingga
media ini juga menghadirkan Diane von Furstenberg sebagai host, serta
blogger mode Bryan Boy. Kehadiran CTI kali ini merupakan kelanjutan
dari perhelatan yang dilakukan September lalu, dalam rangkaian acara
First Ladies Luncheon bersama Fashion 4 Development dan United Nations.
Keberhasilan Okke Hatta Rajasa meraih Woman’s Champion and Visionary
Award 2013 membuka jalan bagi kain tenun Indonesia untuk menjadi bagian
dari tren dunia mode, khususnya pada kategori exotic fabrics yang
dinilai menyimpan nilai budaya yang tinggi. Ardistia Dwiasri dan Auguste
Soesastro masing-masing menampilkan 10 koleksi dari capsule collection.
Ardistia mengangkat tema “Chic Androgynous” dengan mengambil inspirasi
dari karya seniman asal Bali, I Gusti Nyoman Lempad. Auguste mengangkat
tema “Ecological Luxuries” yang diambil dari kekayaan kain tenun Bali,
Palembang dan songket Sambas. Dengan melakukan eksplorasi pada kain
tenun Indonesia, yang kini diterjemahkan dalam bahasa Internasional dan
siluet modern, misi CTI kali ini adalah agar kain kain tenun Indonesia
semakin dikenal dan menjadi ciri khas Indonesia di mata dunia, serta
memajukan industri mode tanah air khususnya kain tradisional yang telah
dikembangkan melalui program pembinaan. (RM) FOTO: DOK. CITA TENUN
INDONESIA
Komentar
Posting Komentar